Bleach XX: God's Grandeur

Fanfiction: Aditya Ramdhani | Chapter: 678 - 01

Pada pertarungan sebelumnya dari Ichigo Kurosaki melawan Yhwach, Ichigo menunjukkan wujud barunya dengan setengah tanduk yang bernama Horn of Salvation. Kekuatan ini adalah bentuk dari potensi sejatinya, Shinigami, Quincy, dan Hollow digunakan secara bersamaan dengan intensitas yang seimbang. Dengan kekuatan barunya ini, Ichigo dapat menembakkan Gran Ray Cero sekaligus menggabungkannya dengan Getsugatensho, membentuk daya serang yang sangat besar kepada lawan.

Walaupun dengan munculnya kekuatan baru Ichigo Kurosaki, Yhwach tetaplah menjadi lawan yang sulit baginya. Berapapun kali Yhwach diserang, dia akan terus meregenerasi dan bertahan. Tebasan demi tebasan dilakukan ke arah Yhwach, namun tidak satupun serangan melukai dirinya. Meskipun dengan Getsugatensho dan Gran Ray Cero sekalipun, Yhwach tetap bisa berdiri sempurna. Sebenarnya apa rahasia dari kekuatan Yhwach?

Namun, Ichigo Kurosaki sebagaimana yang dikenal tidak akan berhenti untuk menyerang. Dia masih memiliki kartu lain untuk dimainkan. Jika bentuk Horn of Salvation tidak dapat menyentuhnya, masih ada satu harapan terakhir, kartu as miliknya.

    “Sayang sekali, Ichigo Kurosaki. Meskipun dengan seluruh kemampuanmu, aku masih bisa berdiri tanpa luka sedikitpun. Aku menantikan penuh dirimu yang telah hidup kembali. Tapi mungkin, harapanku terhadap potensimu terlalu tinggi.” ucap Yhwach dengan nada kecewa. “Aku tahu kartu as terakhirmu, mungkin ini sudah saatnya kita melihatnya bersama. Dengan kondisi kekuatan penuhmu yang seperti ini, sejujurnya aku hanya bisa melihat keputusasaan pada kartu as terakhirmu, Ichigo Kurosaki.” lanjutnya.

Dalam laporan pemberitahuan quincy, Yhwach menandakan Ichigo Kurosaki sebagai salah satu dari lima potensi perang. Ichigo Kurosaki diklasifikasikan sebagai potensi kemungkinan, yang dimana kemampuannya masih bisa berkembang lebih jauh. Kekuatannya tidak bisa diukur, karena hanya akan bertambah tiap detiknya. Potensi perang lain diantaranya adalah; Ichibe Hyosube karena kebijaksanaan dan pengetahuannya; Aizen Sosuke karena jumlah reiatsunya; Urahara Kisuke karena teknik bertarungnya; Zaraki Kenpachi karena kekuatan fisik murninya.

Ichigo masih memiliki potensi. Dia masih bisa bertambah kuat dari detik ini. Dia yakin bahwa kekuatannya dapat mengalahkan Yhwach dan mengakhiri perang ini. Karena hal itu, dia tidak putus asa. Dia memiliki kekuatan dan harapan untuk tidak menyerah sampai akhir.

    “Aku sering sekali mendengar hal itu dari orang lain, ‘keputusaan hanyalah jalan satu-satunya hidupku’, kata mereka. Aku sering dijatuhkan, sering lengah dan kalah.” ucap Ichigo sambil menundukkan kepalanya. “Tapi pada akhirnya, aku tidak pernah berhenti. Aku terus menempuh dan memberikan yang terbaik. Aku tidak menyerah, tidak mundur. Karena keberanian adalah satu-satunya sumber kekuatanku, juga harapan dari semua orang yang percaya kepadaku. Untuk mereka inilah aku harus menang, begitu juga untuk dirikku. Aku tidak akan pernah berhenti, sampai aku menghabisimu, Yhwach!” lanjutnya dengan penuh semangat.

Kemudian Ichigo mempersiapkan kuda-kudanya, mengumpulkan reiatsu sebanyak mungkin. Inoue yang berada di belakangnya terkesan dengan reiatsu Ichigo yang terus meningkat drastis. Inoue semakin kalau Ichigo akan menang dengan Yhwach. Yhwach yang menyadari akan hal ini kemudian tertawa.

    “Hahaha...! Kekuatanmu meningkat drastis, Ichigo! Mungkin saat inilah penentuan pertarungan terakhir kita. Akankah harapanmu yang mengalir, ataukah kebebasan dunia yang akan menang? Aku menantikanmu, Ichigo Kurosaki!” sebut Yhwach yang ikut bersemangat melihat Ichigo semakin bertambah kuat.

Reiatsu Ichigo terus meningkat. Kuda-kudanya mempersiapkan pelepasan kedua dari zanpakuto, yaitu Bankai. Udara disekitarnya membendung, menutup dirinya dengan asap dan debu. Semakin terasa intensitas Reiatsunya sampai-sampai terkena oleh rekan-rekannya yang juga sedang bertarung. Mereka menyadari bahwa Ichigo juga sedang bertarung dengan keras, mempersiapkan dirinya untuk pelepasan kedua.

Dengan Reiatsu yang telah terkumpul, kemudian Ichigo menyatukan pedang besar dan pedang kecilnya bersamaan. Angin berhenti berputar dan memusat di sekitar Ichigo. Dengan satu tarikan napas-

      BANKAI!”

Semua reiatsu yang telah terkumpul di dalam dirinya terlepas keluar. Menyebabkan udara dan debu-debu yang membendung terpental jauh membentuk badai. Angin terasa sangat kencang, menerbangkan kerikil dan bebatuan di sekitar. Reiatsu yang terlepas sangat besar bahkan membuat Inoue kesulitan berdiri.

Ichigo menghempaskan pedangnya yang mulai terlihat jelas karena debu-debu pergi. Menampakkan wujudnya yang baru, satu bilah pedang besar dengan rantai yang terikat dari gagang sampai ujung pedang. Sisi luar pedang terlihat putih, dan sisi dalamnya berwarna hitam. Menunjukkan bahwa kekuatan hollow dan quincynya telah menyatu dengan sempurna.

    Tensa Zangetsu. Wujud sebenarnya dari Zangetsu yang menyatukan kekuatan hollow dan quincy dengan sempurna. Aku sudah mengetahui hidupku yang sebenarnya. Dengan kekuatan yang asli ini, aku akan menghabisimu, Yhwach.” ucap Ichigo sambil menghunuskan pedangnya ke tanah.

    “Benar-benar bentuk yang sempurna untukmu, Ichigo. Pedangmu terasa sangat kuat dan kuyakin bisa menghabisiku kapan saja.” ucap Yhwach. “Kalau begitu, mungkin ini sudah saatnya aku juga menunjukkan kekuatan yang sebenarnya dari Almighty dan jiwa Soul King!” lanjutnya.

Tanah berguncang kuat sembari Yhwach tertawa dan mengangkat tangannya ke atas. Hal-hal berwarna hitam pekat muncul dari bawah tanah yang retak karena guncangan tadi, mengelilingi dan menyelimuti tubuh Yhwach.

    “Jangan khawatir, benda-benda hitam ini adalah manifestasi reiatsuku, namun intensitasnya sangat tinggi sehingga mereka membentuk wujud seperti ini. Semakin pekat pula warnanya, maka semakin besar juga intensitasnya.” jelas Yhwach. “Reiatsu yang seperti ini bisa melukai orang lain. Mereka membakar reiatsu musuh yang dikenainya.” lanjutnya.

Ichigo sangat terkejut melihat reiatsu Yhwach yang keluar dari tanah. Mereka sangat pekat, seperti kegelapan tanpa batasan. Reiatsunya juga terasa sangat panas, terasa sampai permukaan tanah yang sedang dipijak Ichigo. Jika yang diucapkan Yhwach benar, maka reiatsu ini bisa membakar bagian tubuh, memusnahkannya menjadi abu.

    “Hanya untuk dirimu, Ichigo Kurosaki. Akan ku jelaskan kekuatan Almighty yang sebenarnya.” ucap Yhwach. Ichigo hanya diam membisu melihat reiatsu Yhwach yang sangat banyak menyelimuti Yhwach. “Almighty merupakan kekuatan yang maha esa. Mereka bisa melihat masa depan, menyerap kekuatan orang lain, dan memberikan kekuatan kepada orang lain atau juga disebut pemberkatan schrift. Aku bisa melihat masa depan orang lain hanya dengan memandangnya. Segala kemugkinan yang bisa terjadi pada beberapa menit bahkan detik sekalipun, aku bisa mengetahuinya.” jelas Yhwach.

    “Maha esa katamu!? Apa kau benar-benar telah menyamakan dirimu dengan tuhan, Yhwach!?” Ichigo terkejut mendengar perkataan Yhwach. Mengingat segala kemampuan Yhwach, Ichigo merasakan kerasahan yang mendalam di dalam lubuk hatinya. Hanya Yhwach sendiri sudahlah merupakan sosok yang kuat. Dia mahir dalam segala bentuk kekuatan Quincy. Dia juga sudah menyerap bankai kepala komandan Yamamoto Genryusai, bankai terkuat yang pernah ada dalam sejarah Soul Society. Semua kemahiran itu ditambah kemampuan yang dapat melihat masa depan sangatlah menyeramkan.

    “Jangan terkejut begitu, Ichigo Kurosaki. Semua kekuatan itu hanyalah dasar dari Almighty.” ucap Yhwach.

Ichigo semakin terkejut, mendengar perkataan Yhwach tadi menandakan bahwa Yhwach masih bisa semakin kuat. Jika dasar Almighty sudah sangat merepotkan, bagaimana Ichigo bisa melawan Almighty yang lebih kuat?

    “Kekuatan sebenarnya dari Almighty adalah...”

    *ZUSHH*

Pedang menusuk ke perut Ichigo. Tidak terlihat Yhwach berpindah tempat, Ichigo merasa kebingungan mengapa Yhwach bisa tiba-tiba berada di depannya dan menusukkan pedangnya.

Walaupun terdiam sedikit, Ichigo langsung merespon dengan menebas Yhwach yang berada di depannya. Tapi dalam tebasan itu, tidak ada satupun orang yang ada di depannya.

Ichigo semakin terbingung, dia berfikir apakah ini bentuk ilusi seperti Kyoka Suigetsu yang pernah dirasakan teman-temannya pada saat melawan Aizen. Tapi jika begitu, luka bekas tusukan pedang tadi masih ada di perut Ichigo, dan dia tidak menghunuskan pedangnya sendiri ke tubuhnya. Lantas, apa yang telah dilakukan Yhwach?

    “Aku tidak ada di sana, Ichigo Kurosaki.” ucap Yhwach yang tiba-tiba ada tepat di sampingnya.

Kali ini Ichigo langsung merespon dan mundur ke belakang. Ichigo ingin berusaha berfikir apa yang telah terjadi sekaligus meminta bantuan Inoue untuk menyembuhkan lukanya yang cukup dalam.

    “Kurosaki- apa yang terjadi?” tanya Inoue.

    “Aku tidak tahu, aku sama sekali tidak melihatnya bergerak, bahkan menghunuskan pedangnya. Apa kau melihat sesuatu, Inoue?” jelas Ichigo kebingungan.

   “Aku melihat dia berpindah tempat, namun gerakannya memang aneh. Itu tidak seperti hirenkyaku yang digunakan Ishida atau quincy lain, atau bahkan shunpo.” jawab Inoue.

Ichigo semakin bingung. Mungkinkah Yhwach melakukan teleportasi atau suatu teknik asing lainnya. Ini pertama kalinya Ichigo melihat yang seperti itu. Dalam pikirnya walaupun Yhwach melakukan teleportasi, Ichigo harusnya masih bisa merasakan pergerakan tangannya dalam mengayunkan pedang. Namun Yhwach sama sekali tidak terdeteksi pergerakannya. Bahkan dengan reiatsu yang banyak dan sangat intens mengelilingi tubuh yhwach itu, Ichigo tidak dapat merasakan kehadirannya yang tiba-tiba berada di depan Ichigo.

    “Biar aku beri jawaban yang pasti kepadamu, Ichigo Kurosaki.” ucap Yhwach.

Ichigo baru tersadar, selain dengan reiatsu yang banyak, tubuh Yhwach juga dikelilingi beberapa mata berwarna kuning cerah di sekitar tubuhnya. Mata tersebut menyelimuti Yhwach, berukuran besar dan selalu terbuka. Apakah bentuk itu adalah bentuk yang sebenarnya dari Almighty? Bagaimana hal terjelas seperti itu tidak terlihat oleh Ichigo?

    “Aku akan memberi jawaban terhadap kebingunganmu kepada yang Maha Agung, Ichigo Kurosaki. Karena itu adalah takdirmu.” lanjut Yhwach. “Yang sedang kau saksikan ini adalah bentuk yang sebenarnya dari Almighty. Aku telah ditakdirkan seperti ini dan akan selalu begitu. Kekuatan ini adalah kekuatan yang sebenarnya dari diriku, takdir Soul King yang kuserap hanyalah sebagai wadah demi fondasi kekuatan yang mutlak sebagaimana Almighty menyebut.” jelas Yhwach.

    “Dan ketika Almighty ada pada kekuatan yang sebenarnya, dia tidak hanya dapat melihat masa depan, namun juga memodifikasinya.” lanjutnya.

Ichigo sangat terkejut. Memodifikasi masa depan berarti Yhwach bisa mengubah masa depan sesuai keinginannya. Mungkin perpindahan tempat yang dilakukannya barusan adalah bentuk mengubah masa depan. Jika masa depan diubah begitu spontan, kemungkinan alasan mengapa Ichigo tidak bisa merasakan keberadaaan Yhwach adalah hal itu. Yhwach membuat takdirnya berada di depan Ichigo dan menusuknya pada detik itu juga.

    “Dugaanmu benar. Almighty bisa sesuka hati mengubah takdir akan sesuatu. Baik itu hal kecil maupun hal yang besar sekalipun, takdirnya ada di kedua telapakku.” ucap Yhwach. “Seperti yang bisa kau lihat barusan, aku merubah takdir diriku berada di depanmu dan menusukmu. Aku bisa melakukannya berulang kali, Ichigo Kurosaki.” jelasnya.

Yhwach belum berhenti menjelaskan kekuatannya. Kekuatannya yang sangat kuat dan agung, sudah seperti dewa.

    “Aku bisa melakukan apapun, Ichigo. Aku bahkan bisa mengubah takdirmu untuk mati sekarang juga. Namun aku merasa iba terhadap dirimu. Kamu, Ichigo Kurosaki. Akan kuberi kesempatan untuk melepaskan serangan terkuatmu kepadaku. Hanya ini yang dapat aku lakukan sebagai bentuk belah kasihanku kepada anakku.” lanjut Yhwach menyuruh Ichigo untuk melepaskan serangan terkuatnya.

Yhwach berfikir meskipun Ichigo mengeluarkan jurus terkuatnya, Yhwach dengan mudah bisa melenyapkan jurus itu dengan pengubahan takdir. Apapun yang akan dilakukan Ichigo, Yhwach sangat bisa untuk menggagalkannya. Yhwach bisa mematahkan pedangnya, bahkan bisa membunuhnya langsung dengan takdir Almighty. Tidak ada hal yang ditakuti oleh Yhwach.

Mendengar perkataan Yhwach tadi, Ichigo kemudian kembali mengumpulkan reiatsu ke pedangnya. Ichigo tengah bersiap untuk mengeluarkan jurus terkuatnya kepada Yhwach. Dia tidak punya pilihan lain selain menyerang.

Reiatsu yang dikumpulkan Ichigo sangat kuat. Reiatsunya berwarna hitam dengan aksen kuning emas yang pekat, intensitasnya tidak kalah kuat dengan Yhwach. Pada bentuk bankai sebelumnya, reiatsu Ichigo berwarna hitam dengan aksen merah. Kali ini karena kekuatan quincy dan hollownya telah menyatu dengan sempurna, reiatsu Ichigo berubah menjadi hitam dengan emas.

    “Intensitas reiatsu yang luar biasa, Ichigo Kurosaki. Hampir menyentuh levelku. Namun hal tersebut sudah terduga. Di dalam tubuhmu juga ada lima bentuk kekuatan yang berbeda. Kita adalah tongkat dunia saat ini, Ichigo. Tiga dunia menopang pada diri kita saat ini!” jelas Yhwach.

Ichigo memiliki lima sumber kekuatan di dalam dirinya. Shinigami, hollow, quincy, fullbring, dan tubuh manusianya. Seseorang lain yang memiliki kekuatan seperti ini adalah Soul King sendiri dan Kugo Ginjo yang telah menyerap kekuatan Ichigo. Kekuatan Yhwach juga telah melewati lima sumber itu karena Yhwach menyerap Soul King, membuat Yhwach dan Ichigo menjadi alasan mengapa dunia masih berdiri saat ini.

Ichigo kemudian mengangkat pedangnya ke samping. Setelah mengumpulkan reiatsu yang banyak, Ichigo kemudian mengeluarkannya untuk membentuk suatu serangan.

    “Bersiaplah, Yhwach. Ini adalah... Saiko no Getsugatensho. Getsugatensho terkuat.” ujar Ichigo.

Kemudian Ichigo mengangkat pedang ke atas, dekat tanduk Horn of Salvation. Lalu dengan begitu  Ichigo membentuk Gran Ray Cero, menabrak ke pedangnya dan menyatu dengan reiatsu yang telah dikumpulkan.

Serangan ini memiliki pola yang sama ketika Ichigo melukai Yhwach. Ichigo menyatukan getsugatensho dengan gran ray cero. Namun kali ini dalam bentuk bankai, dimana kekuatan quincy Ichigo telah menyatu maksimal.

Kepekatan reiatsu Ichigo telah mencapai maksimalnya. Yhwach merasakan kekuatan yang sangat besar pada getsugatensho yang baru ini. Ichigo berhasil menyatukan getsugatensho, gran ray cero dan menggunakan blut arterie untuk menopang kekuatan dahsyat dan menambahkan daya serangnya itu. Jika benar serangan itu mengenai Yhwach, maka habis sudah nyawanya. Namun dengan adanya Almighty, Yhwach tahu dia takkan kalah akan apapun. Meskipun mati dan rata dengan tanah, Yhwach masih bisa hidup kembali karena Almighty.

Ichigo sudah bersiap untuk mengeluarkan teknik barunya. Pedangnya terasa sangat berat karena jumlah reiatsu yang ada sangatlah banyak dan pekat. Namun dengan blut arterie teraktivasi di tangannya, Ichigo bisa menahan beban dari pedangnya.

Dengan satu tarikan napas.

    MANGETSUTENSHO!”

Ichigo mengayunkan pedangnya dengan dua kepalan tangan, menghempaskan serangan terkuatnya.

    *WUUUUSH*

Gelombang serangan lurus ini sangat kuat. Benda-benda di sekitarnya terlontar jauh, bahkan membuat Ichigo terpental ke belakang.

Bentuk dari serangan ini menyerupai bulan penuh. Berwarna hitam pekat dengan aksen emas. Gabungan dari seluruh kekuatan yang dimiliki Ichigo.

Yhwach tersenyum dan mengangkat tangannya ke arah mangetsutensho, dalam pikirnya dengan Almighty akan menghapus serangan tersebut. Namun ternyata, mangetsutensho tidak terhenti.

Yhwach terkejut melihat serangan Ichigo yang tidak bisa dilenyapkan, alias netral terhadap Almighty. Mungkinkah kekuatan bankai Ichigo yang sebenarnya adalah mentralisir segala kekuatan? Apakah mangetsutensho benar-benar dapat membunuh Yhwach? Yhwach sangat terkejut karena hal ini sama sekali tidak ada dalam penglihatan masa depannya.

Dengan sekali serangan tepat kepada Yhwach. Yhwach terbelah menjadi dua. Hanya menyisakan bagian samping dari badannya. Bagian tengah tubuh Yhwach telah terpotong habis karena mangetsutensho.

Yhwach sama sekali tidak menduga hal ini. Dia mati di tangan Ichigo karena jurus terkuatnya. Benarkah bankai Ichigo dapat mentralisir kekuatan Yhwach? Benarkah mangetsutensho tidak bisa dilenyapkan karena Almighty Yhwach tidak dapat mempengaruhi kekuatan Ichigo saat ini?

Ichigo kesulitan dalam bernapas. Dia terengah-engah, mungkin dikarenakan mangetsutensho tadi yang membuat tubuhnya sangat letih. Bagaimanapun juga, Ichigo telah berhasil mengalahkan Yhwach dengan serangan terkuatnya.

Kemudian Ichigo pun terjatuh di tanah, tidak memiliki cukup energi untuk berdiri. Dia sangat lelah dan hampir tidak sadarkan diri. Ketika menutup mata Ichigo melihat sesuatu yang sedang berlari ke arahnya. Semakin dekat dan semakin dekat sembari memanggil namanya.

    “Kurosaki...!”

Ichigo kemudian menutup matanya dan tidak sadarkan diri.

    “Kurosaki! Sadarlah...!”

Ichigo terbangun. Dia telah diselamatkan oleh Inoue dan Ishida. Inoue sedang menyembuhkan luka dan mengembalikan energi Ichigo, sedangkan Ishida baru saja datang untuk membantu Ichigo setelah mengalahkan Jugram. Namun tepat saja pertarungan ini telah berakhir.

    “Kurosaki! Syukurlah kau masih bisa bertahan!” ucap Ishida khawatir.

    “I-Ishida...” Ichigo kelelahan.

    “Jangan bicara dulu, biarkanlah Inoue menyembuhkan lukamu terlebih dahulu.” jelas Ishida.

    “Inoue...?”

Ichigo baru tersadar Inoue sedang menyembuhkan dirinya. Sampai berkeringat Inoue berusaha semampunya untuk mengembalikan energi Ichigo dan menyembuhkan luka di tangannya akibat blut arterie.

    “Tidak kusangka kau mengalahkan dirinya sendirian, Ichigo. Kau bahkan ternyata seorang quincy, kau bisa menggunakan blut yang bahkan quincy biasa membutuhkan latihan untuk menyempurnakannya.” jelas Ishida takjub dengan Ichigo. “Mungkin dari awal kau lahir memang sudah ditakdirkan seperti ini. Untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepadamu.” lanjutnya.

Ichigo dan Inoue tersenyum. Tidak menyangka Ishida akan berkata hal seperti ini, tidak seperti dirinya yang biasa.

    “A-apa? Aku hanya bersikap baik kepadamu. Aku merasa tidak enak sudah mengkhianati kalian semua, makanya kali ini aku mau bersikap baik dan berkata yang sejujurnya.” jelas Ishida.

Ichigo dan Inoue tertawa. Tidak menyangka Ishida mempunyai sisi yang seperti ini. Namun juga inilah Ishida yang mereka kenal, selalu menjaga hangat sesama rekannya. Kemudian beberapa saat mendengar Ichigo dan Inoue tertawa, Ishida pun ikut tertawa.

    “Terima kasih telah membantuku, kalian semua. Ini juga berkat kepercayaan kalian kepadaku. Aku tidak akan bisa mengalahkannya tanpa kalian yang terus-“ Tiba-tiba guncangan tanah yang hebat muncul. Permukaan bergoyang kencang membuat Ichigo dan temannya bingung apa yang sedang terjadi.

    “A-apa yang terjadi...!?” ujar Inoue yang sedang terguncang.

    “Mungkinkah!?” ucap Ishida berkeringat.

Ichigo spontan menoleh ke sampingnya, mengharapkan yang tidak diharapkan, ke tempat matinya Yhwach.

Ternyata benar saja, reiatsu Yhwach muncul dari bawah tanah membendung mayat Yhwach yang tergelepak di tanah. Selepas itu suara muncul menggema, mengejutkan Ichigo, Inoue, dan Ishida.

    “Saksikanlah... Ichigo Kurosaki. Karunia dan kekuatan tuhan yang sebenarnya.”

End of Part 01.

Komentar