Memento Mori
"Remember that you will die"
Kehidupan memanglah bukan sesuatu yang kita harapkan. Bukan sesuatu yang kita inginkan, butuhkan, bahkan ketahui sekalipun.
Kehidupan itu membanting. Kehidupan itu menyiksa, mengikat, dan memukuli jiwa dan raga makhluk. Ia tidak akan pernah pergi, layaknya mimpi buruk yang selalu menghantui.
Hidup merupakan peristiwa sekali seumur hidup. Tak ada pengulangan sekali pun, bahkan kembali untuk membetuli, atau melupakan.
Hidup memanglah tidak menyenangkan, irasional, dan tidak adil. Banyak sekali kebencian di kehidupan, baik dari lingkungan sekitar, orang berpengaruh, maupun diri sendiri yang ikut menyaksikan bagaimana hancurnya rasa kemanusiaannya saat dibanting kuat oleh ketidakadilan dunia yang lusuh ini.
Kita seringkali berfikir, bagaimana jika kita tak hidup? Apa sebenarnya tujuan kita berada disini? Apa sebenarnya yang kita harus lakukan di dunia ini? Mengapa harus ada kita? Dan mengapa harus kita?
Hidup memanglah tidak menyenangkan, irasional, dan tidak adil. Banyak sekali kebencian di kehidupan, baik dari lingkungan sekitar, orang berpengaruh, maupun diri sendiri yang ikut menyaksikan bagaimana hancurnya rasa kemanusiaannya saat dibanting kuat oleh ketidakadilan dunia yang lusuh ini.
Kita seringkali berfikir, bagaimana jika kita tak hidup? Apa sebenarnya tujuan kita berada disini? Apa sebenarnya yang kita harus lakukan di dunia ini? Mengapa harus ada kita? Dan mengapa harus kita?
----------
Memento Mori memiliki banyak arti, salah satunya adalah "Ingatlah kau akan mati". Untuk awalan, Memento Mori sendiri merupakan sebuah seni. Seni kematian yang mengingatkan kita akan kefanaan duniawi dan kematian yang tidak bisa dihindari. Segala yang hidup, pasti memiliki redup. Selalu ada pendamping pada sebuah kata, sinonim dan antonim hanyalah sebutan, padahal mereka saling berpengaruh.
"Remember that you will die"
Kematian tidak memandang siapapun, tidak berbelas kasih, tidak mengasihani. Kematian merupakan hal yang tegas dan tidak beraba-aba. Kita tidak diselamatkan apapun saat kematian merumpun.
Pergunakan sisa hidup kalian untuk menuai kebaikan. Melahirkan kesucian dan menimbulkan pribadi yang baik. Pembalasan akan selalu ada ketika penuaian terlakui, baik jahat maupun yang baik. Dengan pengingat seperti ini, membuat betapa tersadarnya kita telah berlalai hidup di dunia fana, membuat betapa tersadarnya kita sebentar lagi akan mati, karena tidak ada seorang pun, yang tahu akan kematiannya.
Memento Mori mengajarkan kita untuk selalu menuai kebaikan di dunia ini. Melakukan yang terbaik seolah hari ini adalah hari terakhir kita hidup, dan melakukan hal yang baik seolah itu merupakan hal yang baik terakhir yang dapat kita sumbangkan untuk amal diri kita sendiri.
Komentar